Pencarian

Selasa, 17 Juni 2014

Fakta Ilmiah Dalam Al-Qur'an 3

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Apa kabarnya saudra hari.?
Semoga kita masih dijiga kesahatan oleh ALLAH AWT agar bisa melakukan segala aktifitas. Aamiin

Mari beri semangat hidup kita dengan semangat pagi dan memandang positif segala hal yang akan kita kerjakan. Berawal dari pikiran yang positif makan akan melahirkan hasil yang positif pula.

Tetapi jangan lah lupa saudara kita untuk selalu beribadah dan bersyukur ke pada ALLAH SWT atas rezeki dan anunggrah Nya kepada kita.

Langsung saja untuk melanjutkan fakta ilmiah Al-Qur’an yang ke emapat yaitu:

4.             Besi
Logam besi yang di temukan di bumi berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa akan tetapi, sistem tata surya tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari mata hari yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, maka bintang tersebut tidak mampu lagi menangguhnya dan akhirnya meledak melalui peristiwa super nova. Akibat dari ledakan bintang ini meteor-meteor yang mengandung unsur besi bertaburan ke seluruh penjuru alam semesta melewati ruang hampa dan mengalami tarikan gravitasi benda angkasa.
Berdasarkan uraian hasil penemuan para ahli astronomi saat ini tentang terjadinya besi di atas, menunjukkan bahwah pembentukan unsur besi bukan lah terjadi di bumi melainkan sebuah kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkas melalui meteor-meteor dan di turunkan ke bumi.

Uraian ini bersesuai dengan ayat Al-Qur’an 7 abat yang lalu dimana tidak mungkin untuk melakukan penelitian seperti abat sekarang ini pada masa lalu.

ôs)s9 $uZù=yör& $oYn=ßâ ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ $uZø9tRr&ur ÞOßgyètB |=»tGÅ3ø9$# šc#uÏJø9$#ur tPqà)uÏ9 â¨$¨Y9$# ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( $uZø9tRr&ur yƒÏptø:$# ÏmŠÏù Ó¨ù't/ ÓƒÏx© ßìÏÿ»oYtBur Ĩ$¨Z=Ï9 zNn=÷èuÏ9ur ª!$# `tB ¼çnçŽÝÇZtƒ ¼ã&s#ßâur Í=øtóø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# ;Èqs% ÖƒÌtã ÇËÎÈ

Artinya:
“Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Q. S. Al-Hadiid: 57 : 25)

5.             Hujan
Dalam sebuah ayat Al-Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan.

$uZù=yör&ur yx»tƒÌh9$# yxÏ%ºuqs9 $uZø9tRr'sù z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB çnqßJä3»oYøŠs)ór'sù !$tBur óOçFRr& ¼çms9 tûüÏRÌ»sƒ¿2 ÇËËÈ

Artinya:
“Dan kami Telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Q. S. Al-Hijr : 15 : 22)

Pada penemuan meteorologi moderen teleh menunjukkan peran pengawinan angin dalam pembentukkan hujan. Fungsi mengawinkan angin ini terjadi yaitu:

Di atas permukaan laut dan samudra gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung udara ini pecah ribuan partikel kecil dengan dia meter seper 100 milimeter terlempar ke udara partikel-partikel ini yang dikenal sebagai airosol bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa kelapisan atas atmosfer. Partikel-partikel ini di bawa lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di atas sana. Uap air mengembun di sekeliling partikel ini dan berubah menjadi butiran-butitran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.
Berdasarkan terbentuknya hujan ini bahwa angin mengawinkan partikel-partikel gelembung udara dan partikel debu di darat dan akhirnya membentuk awan hujan. Sehingga jika angin tidak memiliki sifat ini makan hujan di bumi tak akan ada.

Al-Qur’an sungguh lah besar dimana orang masa dahulu masih sangat kurang pengetahuannya terhadap penemomena alam akan tetapi Al-Qur’an sudah mengabarkannya kepada kita semua jauh sebelumnya.


Bersambung kefakta selanjutnya...
Sebelumnya >> 1 2       Selanjutnya >> 4 5 6
Komentar yang membangun sangat dinantikan

Tidak ada komentar: